Sabtu, 24 Desember 2011



CERPEN
KEJUTAN

            Aku awali hari kuliahku seperti biasanya. Setelah sarapan aku langsung bergegas untuk pergi kuliah. Hari ini begitu indah, udara pagi yang segar aku hirup dalam-dalam.
            Setelah sampai kampus aku lalu menengok ruang kuliahku. Alhamdulilah, ternyata belum terlambat. Dosen yang akan memberi kuliahku agak lama datangnya. Di jadwal kami masuk jam tujuh, tetapi aku yang masuk jam setengah delapan belum terlambat juga. Bagaimana Indonesia akan maju, jika para pendidiknya saja tidak member contoh yang baik, pikirku. Sering terlambat, bahkan tidak masuk tanpa memberi pemberitahuan terlebih dahulu sudah sering terjadi. Jadi, terkadang kami sudah satu jam lebih menunggu, tetapi dosen belum datang juga, akhirnya waktu kami hanya terbuang sia-sia untuk menunggu dosen.
            Mahasiswanya pun tidak kreatif. Dosen tidak datang bukannya belajar sendiri di perpus atau cari kegiatan positif. Eh, malah pada pulang semuanya. Mereka di kampus tidak mencari ilmu atau pengalaman, yang mereka kejar hanya absen, nilai yang bagus dan ijasah. Hmm, betapa bobroknya pendidikan di negri ini.
             Akhirnya pada jam tujuh lebih empat puluh lima menit, dosen yang ditunggu pun datang. Ibu Erna nama dosenku itu. Ia masih muda, cantik, dan baru saja lulus SII di universitas di Malaysia. Beliau mengajar linguistik umum pada kami.
            Belum lama kami duduk, baru sekitar lima menit kami duduk, ia langsung memanggilku.
“Fian, sini kamu”
Dengan bergegas aku langsung menghadapnya
“ibu sangat kecewa dengan kamu”
Dengan raut wajah yang bingung karena merasa  tak salah aku berkata
“apa salah saya bu”
Dengan pandangan sinis ia menjawab
“selama ini ibu bangga dengan kamu, tapi setelah melihatmu tadi malam ibu merasa jijik.”
Aku bertambah bingung, perasaan aku tadi malam tidak kemana-mana, tadi malam aku sibuk mengerjakan tugas darinya
“salah saya apa sih bu”
Dengan nada tinggi karena marah ia berkata
 “ ibu tidak menyangka, kamu ternyata ini lelaki hidung belang. Kelihatannya saja kamu ini baik, ternyata kamu munafik, wajahmu tampak anak baik-baik, tapi prilakumu busuk”
Aku bagai disambar petir di siang bolong mendengarnya. Aku selalu menghormati wanita, tidak pernah aku berfikir untuk berbuat hina seperti yang dituduhkannya
“ ngaku saja lah, ibu melihat dengan mata kepala sendiri, kamu menggandeng wanita masuk hotel.”
Dengan tegas aku jawab
“ astaghfirullah hal adzim bu, demi allah saya tadi malam tidak keluar kemana-mana. Saya sibuk mengerjakan tugas kuliah tadi malam bu”
Dengan wajah amarah ia berkata
“ kamu tidak bisa menyelak lagi, ibu punya bukti”
Ia kemudian mengeluarkan sesuatu yang ada di tasnya. Ia mengeluarkan sebuah kotak yang dibungkus plastik.
“ kalau kamu mau bukti, buka bungkusan itu sekarang.”
Dengan berdebar-debar aku buka bungkusan itu. Ternyata berisi kotak kado, di dalamnya berisi kue ulang tahun. Aku berbinar saat melihat, tulisan yang ada di roti itu. “HAPPY BIRTHDAY FIAN.”
Akhirnya seluruh kelas riuh bertepuk tangan sambil menyanyikan lagu ulang tahun. Aku begitu terharu dengan ini semua. Ternyata teman-temanku tau jika aku hari ini ulang tahun. Mereka bekerja sama dengan dosen untuk memberi kejutan untukku.
           

0 komentar:

Posting Komentar

Ads 468x60px

Popular Posts

About Me

Foto Saya
ini foto kenangan kami sewaktu studi tour ke taluk kuantan. hmm, benar benar pengalaman yang menyenangkan. hawa di sana terasa sejuk tanpa polusi

Followers

Cari Blog Ini

Featured Posts