CERPEN
KEJUTAN
Aku
awali hari kuliahku seperti biasanya. Setelah sarapan aku langsung bergegas
untuk pergi kuliah. Hari ini begitu indah, udara pagi yang segar aku hirup
dalam-dalam.
Setelah
sampai kampus aku lalu menengok ruang kuliahku. Alhamdulilah, ternyata belum
terlambat. Dosen yang akan memberi kuliahku agak lama datangnya. Di jadwal kami
masuk jam tujuh, tetapi aku yang masuk jam setengah delapan belum terlambat
juga. Bagaimana Indonesia akan maju, jika para pendidiknya saja tidak member
contoh yang baik, pikirku. Sering terlambat, bahkan tidak masuk tanpa memberi
pemberitahuan terlebih dahulu sudah sering terjadi. Jadi, terkadang kami sudah
satu jam lebih menunggu, tetapi dosen belum datang juga, akhirnya waktu kami
hanya terbuang sia-sia untuk menunggu dosen.
Mahasiswanya
pun tidak kreatif. Dosen tidak datang bukannya belajar sendiri di perpus atau
cari kegiatan positif. Eh, malah pada pulang semuanya. Mereka di kampus tidak
mencari ilmu atau pengalaman, yang mereka kejar hanya absen, nilai yang bagus
dan ijasah. Hmm, betapa bobroknya pendidikan di negri ini.
Akhirnya pada jam tujuh lebih empat puluh lima
menit, dosen yang ditunggu pun datang. Ibu Erna nama dosenku itu. Ia masih
muda, cantik, dan baru saja lulus SII di universitas di Malaysia. Beliau
mengajar linguistik umum pada kami.
Belum
lama kami duduk, baru sekitar lima menit kami duduk, ia langsung memanggilku.
“Fian, sini kamu”
Dengan bergegas aku
langsung menghadapnya
“ibu sangat kecewa dengan kamu”
Dengan raut wajah yang bingung
karena merasa tak salah aku berkata
“apa salah saya bu”
Dengan pandangan sinis ia menjawab
“selama ini ibu bangga dengan kamu, tapi setelah
melihatmu tadi malam ibu merasa jijik.”
Aku bertambah bingung,
perasaan aku tadi malam tidak kemana-mana, tadi malam aku sibuk mengerjakan
tugas darinya
“salah saya apa sih bu”
Dengan nada tinggi
karena marah ia berkata
“ ibu tidak
menyangka, kamu ternyata ini lelaki hidung belang. Kelihatannya saja kamu ini
baik, ternyata kamu munafik, wajahmu tampak anak baik-baik, tapi prilakumu
busuk”
Aku bagai disambar
petir di siang bolong mendengarnya. Aku selalu menghormati wanita, tidak pernah
aku berfikir untuk berbuat hina seperti yang dituduhkannya
“ ngaku saja lah, ibu melihat dengan mata kepala
sendiri, kamu menggandeng wanita masuk hotel.”
Dengan tegas aku jawab
“ astaghfirullah hal adzim bu, demi allah saya tadi
malam tidak keluar kemana-mana. Saya sibuk mengerjakan tugas kuliah tadi malam
bu”
Dengan wajah amarah ia
berkata
“ kamu tidak bisa menyelak lagi, ibu punya bukti”
Ia kemudian
mengeluarkan sesuatu yang ada di tasnya. Ia mengeluarkan sebuah kotak yang
dibungkus plastik.
“ kalau kamu mau bukti, buka bungkusan itu
sekarang.”
Dengan berdebar-debar
aku buka bungkusan itu. Ternyata berisi kotak kado, di dalamnya berisi kue
ulang tahun. Aku berbinar saat melihat, tulisan yang ada di roti itu. “HAPPY
BIRTHDAY FIAN.”
Akhirnya seluruh kelas
riuh bertepuk tangan sambil menyanyikan lagu ulang tahun. Aku begitu terharu
dengan ini semua. Ternyata teman-temanku tau jika aku hari ini ulang tahun.
Mereka bekerja sama dengan dosen untuk memberi kejutan untukku.

0 komentar:
Posting Komentar